Selasa, 26 Februari 2013

Artikel "Kenapa?"

Bismillah...

“Kenapa di Muhammadiyah sih? Kenapa gak di Negeri aja??” Kurang lebih seperti itu pertanyaan yang muncul dari Nenek, waktu tau bahwa saya lebih memilih sekolah di SMF Muhammadiyah dan mengundurkan diri dari SMA Negeri favorit di kota saya. Jika dilihat dari pertanyaannya, terkesan seperti orang-orang yang memilih bersekolah di Muhammadiyah aneh dan tidak wajar dibanding orang-orang di sekolah negeri, atau malah mengesankan bahwa Muhammadiyah adalah sesuatu yang salah. Saya sendiri bingung pada waktu itu, memang apa yang salah dari Muhammadiyah? Toh Muhammadiyah sama Islam seperti kita? Saya rasa malah lebih bagus bersekolah dimana ditanamkan nilai-nilai Islam yang lebih banyak dibandingkan dengan SMA Negeri pada umumnya. 

Jauh sebelum saya mengenal Gerakan Amal Ma’ruf Nahi Munkar ini, otak anak-anak saya juga memandang ‘beda’ pada Muhammadiyah, sama seperti orang-orang yang belum paham apa dan bagaimana Muhammadiyah itu sendiri. Perbedaan bacaan sholat, penentuan Hari Raya, dan hal-hal lain yang berbeda dari masyarakat Islam Non Muhammadiyah pada umumnya membuat saya berfikir kenapa mereka (Muhammadiyah) berbeda?

Pertengahan tahun 2008 saya mulai mengenal Muhammadiyah. Apa, mengapa, dan bagaimana sebenarnya Muhammadiyah, sedikit demi sedikit mulai saya pahami. Meskipun lingkup pemahaman saya waktu itu masih sangat sempit, tapi setidaknya saya mengerti bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang benar, tidak seperti penilaian banyak orang diluar sana. Cita-citanya untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-sebenarnya dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadist, saya rasa memang sangat tepat dengan keadaan zaman dan masyarakat yang ada, dimana masyarakat sudah banyak yang melupakan Al-Qur’an, melupakan ajaran dan sunnah-sunnah Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam, lebih mengenal ajaran-ajaran atau faham-faham yang datang dari luar Islam, hidup dengan bid’ah dan kebiasaan-kebiasaan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah sendiri. Banyak pengetahuan dan ilmu yang saya dapat dari pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan pada waktu itu. Bagaimana beribadah dan berkehidupan yang sesuai dengan Al’Qur’an dan Hadist, mana saja kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang dinilai ‘sudah biasa’ padahal tidak ada tuntunannya. Juga sejarah tentang Muhammadiyah yang disampaikan oleh almarhum guru saya, membuat saya semakin mengerti mengapa gerakan Islam yang satu ini bisa berdiri. Kekhawatiran KH.Ahmad Dahlan terhadap umat Islam pada waktu itu ternyata benar, Agama Islam banyak dimasuki kuman-kuman bahkan penyakit yang fatal akibatnya jika didiamkan. Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat yang terkesan sudah biasa dimasyarakat jelas-jelas mengganggu iman masyarakat sendiri, mengurangi kepercayaannya pada ALLAH.SWT, meninggalkan syari’at dan sunnah yang telah diteladankan Nabi, serta menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak manfaat samasekali, apalagi saat tindakan-tindakan maksiat dirasa wajar dilakukan, sampai menjadi kebiasaan masyarakat sehingga nilai-nilai Islam luntur begitu saja. Begitupun dengan Kemurnian ajaran Islam yang dikotori oleh banyaknya bid’ah dan pemikiran manusia yang ‘sesukanya’, seperti yang kita tau banyak orang yang salah dalam memandang dan menafsirkan Islam serta ajaran-ajarannya, salah menafsirkan firman ALLAH, sehingga muncul faham-faham yang dikenal dengan Islam Liberal dan semacamnya. Saya sendiri sangat menyayangkan jika umat Islam itu sendiri yang malah menjadi agen pengotor Agama Islam dengan menggembar-gemborkan kebebasan berkehidupan dan sebagainya, padahal dalam Al-Qur’an, ALLAH.SWT telah sangat jelas mengatur kehidupan manusia dari hal yang paling kecil sampai hal yang kompleks sekalipun. Disitulah tugas dan tanggungjawab Muhammadiyah dalam memberantas segala kemungkaran, dan merealisasikan Islam yang sebenar-benarnya.


Pemahaman saya terhadap Muhammadiyah sedikit demi sedikit menumbuhkan rasa sayang terhadap Muhammadiyah, saya salut dan bangga terhadap perjuangan para pendiri Muhammadiyah dulu, serta realisasi Muhammadiyah sekarang dalam menyebarkan Islam, baik dari segi pendidikan, kesehatan, bahkan sosial, gerak dakwah Muhammadiyah terasa begitu nyata di masyarakat. Jika dulu saya ditanya, “Mengapa memilih Muhammadiyah?”, saya bingung mau menjawab apa, tapi jika sekarang pertanyaan itu muncul, maka saya jawab karena Muhammadiyah mengajarkan, menyampaikan, dan mengamalkan hanya apa yang ALLAH.SWT dan Rasulullah ajarkan, karena Muhammadiyah gerakan yang berorientasi pada pemurnian ajaran-ajaran Islam, berdakwah melalui banyak jalan pada masyarakat, agar masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dapat terwujud.





Fase hidup saya yang selanjutnya adalah memilih antara kuliah atau bekerja? Dan muncul pertanyaan, ‘kuliah dimana?’ Atau ‘bekerja dimana?’. Saat teman-teman yang lain sibuk dengan SNMPTN dan tes masuk kerja di perusahaan-perusahaan, lagi-lagi saya lebih memilih Universitas Muhammadiyah, berbagai macam pilihan dan pertimbangan mulai dari UHAMKA, UAD, UMS, sampai UMM. Akhirnya saya mantap untuk melanjutkan studi di UMS dengan segala macam resiko dan tantangan yang akan saya hadapi. Awal masuk perkuliahan saya dikenalkan dengan berbagai UKM dan organisasi yang ada dikampus, IMM menjadi salah satu gerakan yang waktu itu saya minati selain BEM, saya sempat mengikuti beberapa kajian dan kegiatan IMM di fakultas, tapi sebelum saya resmi menjadi ranggota IMM, saya malah merasa tidak cocok dengan IMM yang ada di fakultas, akhirnya niat saya urungkan. Saya banyak bertanya dan berdiskusi dengan kakak maupun teman tentang gerakan-gerakan Islam yang ada dikampus bahkan dimasyarakat, saya ingin mengikuti salah satu dari gerakan tersebut tapi bingung karena saya belum mengenal dengan baik gerakan-gerakan tersebut.



Kebingungan saya berujung pada pilihan saya di IMM Komisariat KH.Mas Mansur, saya tau tiap komisariat pasti berbeda dan memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing, tapi saya juga menginginkan tempat dan suasana yang nyaman untuk saya ‘bergerak’. Maka saya lebih memilih di IMM ini dibandingkan gerakan-gerakan lain yang ada. Lagipula sebagai kader Muhammadiyah, sebaiknya saya total dalam ber-Muhammadiyah demi membiasakan diri dalam dakwah yang baik dan benar untuk ALLAH.SWT.


Setelah ± 2 tahun saya berada disini, sekarang saya sudah lebih banyak tau dan melihat bagaimana IMM, tapi waktu yang sedikit itu tidak cukup membuat saya paham dan mengerti tentang IMM. Saya banyak diberi gambaran dan pemahaman dari beberapa teman IMM yang membuat saya yakin untuk bergerak di IMM. Jauh saat di awal dulu saya menilai IMM yang ada di fakultas, saya sadar saya terlalu terburu-buru membuat penilaian, sama seperti saat ‘PDKT’ pada Muhammadiyah, saya masih harus banyak belajar tentang IMM agar tidak salah memberi nilai. Lalu “Mengapa IMM?” karena saya kader Muhammadiyah, karena saya yakin IMM adalah gerakan yang bisa saya jadikan tempat dan kendaraan untuk berdakwah, masih didalam lingkup Muhammadiyah, berharap bisa mendapat banyak ilmu dari teman-teman dan turut berjuang seperti para pendahulu Muhammadiyah. Harapan saya adalah semoga Muhammadiyah khususnya IMM sebagai gerakan dakwahnya dapat selalu konsisten dalam perjuangannya serta tidak terkontaminasi dengan paham-paham yang menyesatkan.


Untuk Dakwah, Untuk ALLAH Azza Wa Jalla… :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar